Mengenal database SQLite

SQLite adalah paket aplikasi yang menyediakan sistem database relational (RDBMS), sebagaimana vendor RDBMS lainnya seperti Oracle, MySQL, PostgreSQL dll.

Kata “Lite” bukan berarti aplikasi RDBMS ini memiliki kemampuan yang sedikit / minim, tetapi mengacu pada keringanan/kemudahan dalam setup (instalasi), administrasi dan penggunaan.

Berikut fitur yang harus anda pahami dari SQLite :

  1. Serverless , SQLite tidak memerlukan proses pada server atau sistem untuk menjalankannya, melainkan hanya sebuah file yang diakses oleh library SQLite.
  2. Zero Configuration, Tidak ada server berarti tidak perlu setup, membuat sebuah database instan adalah semudah anda membuat file biasa.
  3. Cross Platform, semua instan database berada dalam sebuah file yang cross-platform, tidak memerlukan administrasi
  4. Self-Contained, sebuah library mengandung keseluruhan dari sistem database, yang langsung terintegrasi pada sebuah aplikasi program
  5. Small  Runtime Footprint, untuk membangun database SQLite hanya membutuhkan kurang dari satu megabyte library (kode program) dan hanya membutuhkan beberapa megabyte memory, bahkan dengan beberapa adjustment baik ukuran library maupun memory dapat diperkecil.
  6. Transactional, SQLite transaction memperbolehkan aksi penyimpanan melalui beberapa proses thread
  7. Full Featured, SQLite mensupport hampir sebagai besar standar  SQL92 ( SQL2 )
  8. Highly Reliable, Tim pengembang SQLite mengembangkan melalui kode program yang sangat serius serta telah melewati proses testing

Berikut gambaran perbedaan arsitektur SQLite dengan RDBMS lainnya : (sumber Using SQLite, Jay A.K )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Instalasi SQLite pada Ubuntu dapat anda baca pada artike ini :http://dev.xbata.com/database/instalasi-sqlite3-di-ubuntu

 

Post a Response